Monday, March 12, 2012

Kepercayaan Angka dan Bilangan Dalam Bahasa Jepang

Sistem Angka dan bilangan dalam bahasa Jepang diadop dari China. Sehingga tidak heran bila mitos seputar angkapun antara Jepang dan China memiliki banyak persamaan. Berikut beberapa fakta menarik tentang angka di Jepang:

1. Angka 4 dan 9 merupakan angka yang dianggap sial.
Cara baca Kanji di Jepang ada dua, yaitu cara baca Onyomi (ala China) dan Kunyomi (ala Jepang). Dimana satu huruf bisa memiliki banyak cara baca. Nah berawal dari sinilah timbul angka yang dianggap tidak baik atau membawa sial karena cara bacanya sama dengan kanji lain yang artinya tidak baik. 
4 (shi) bacanya sama dengan 死 (shinu/mati) dan 9 (ku) sama dengan 苦 (kurushii/sengsara). Tidak heran kalau orang Jepang tidak menyajikan sesuatu dalam jumlah angka tersebut. Banyak hotel dan apartemen juga menghilangkan nomor kamar dengan angka-angka tersebut. Bahkan yang lebih menarik, lembaga yang mengurus nomor plat kendaraan bermotor juga tidak mengeluarkan deretan angka tertentu kecuali atas permintaan khusus. Misalnya dua angka belakang yang berakhiran 42 (shi-ni  死に kematian), atau angka kumplit 4219 (shi-ni-i-ku 死に行く  menuju kematian), 4256 (shi-ni-go-ro 死に頃 waktunya untuk mati). 
Selain itu, ulang tahun yang ke 42 dan 49 sangat ditakuti. Mereka beranggapan di usia tersebut rawan akan penyakit dan kesialan yang bisa berujung pada kematian. Sehingga banyak yang melakukan ibadah ekstra menjelang atau pada usia tersebut.
Jadi diinget-inget ya, jangan pernah memberikan sesuatu ke orang Jepang dalam jumlah 4 ataupun 9 :)

2. Angka 3, 5, 7 adalah angka keberuntungan.
Banyak mitos, perayaan dan cerita yang menyertakan angka-angka ini. 

3. Fenomena menikah massal di bulan November 2010
Sama seperti di negara kita, di Jepang juga banyak pasangan yang melangsungkan pernikahan pada tanggal yang dianggap cantik, misalnya 11-11-11; 20-11-2011. Tetapi diluar dari deretan angka cantik tsb, banyak yang memilih November 2010 sebagai bulan pernikahan mereka. lalu di Jepang juga sama, banyak yang memilih melangsungkan pernikahan pada bulan November 2010. Kenapa ya, pPadahal angkanya tidak cantik. Karena kembali lagi ke cara bacanya. 11-2010 atau bulan 11 tahun 22heisei (tahun Jepang) juga dibaca i- i - fu-fu yang berarti pasangan suami istri yang baik. 

4. Banyak harga barang di toko berakhiran 8
Misalnya harga susu segar 288yen, tauge 38yen, sale roti menjelang tutup toko menjadi 88yen dll. Kalau mengacu ke kebudayaan China maka angka delapan dianggap lambang keabadian, karena angkanya tidak berujung. Sehingga banyak usaha dagang yang menggunakan angka ini untuk dagangannya. 
Selain itu ada juga alasan bisnis. Seperti juga di Indonesia yang harga barangnya banyak berakhiran 9, -bukan karena angka ini berarti bagus tetapi untuk memberi kesan harga barang lebih murah 1 digit- Jepang juga melakukan trik yang sama. Nah berhubung angka 9 diyakini memiliki arti yang tidak bagus, akhirnya dipilihlah angka 8 sebagai gantinya.

5. Sama dengan China, Jepang memiliki satuan hitung yang tidak dimiliki oleh hitungan internasional. Yaitu satuan 1 puluh ribu-an (10ribu) atau Man (1man= 10rb) dan 1ratus juta-an (seratus juta) atau Oku (1oku = 100juta).

Setelah menyimak beberapa fakta tentang angka, yuk kita masuk ke materi pelajaran.

Angka dan Bilangan Dalam Bahasa Jepang

0zero/rei         
1 ichi
2 ni
3 san
4 shi/yon
5 go
6 roku
7 shichi/nana
8 hachi
9 kyuu/ku
10 juu
11 juuichi 十一
12 juuni 十二
13 juusan 十三
14 juushi 十四
15 juugo 十五
16 juuroku 十六
17 juushichi 十七
18 juuhachi 十八
19 juuku 十九
20 nijuu 二十
21 nijuuichi 二十一
22 nijuuni 二十一
dst
30 sanjuu 三十
31 sanjuuichi 三十一
32 sanjuuni 三十二
dst
40 yonjuu 四十
50 gojuu 五十
60 rokujuu 六十
70 nanajuu 七十
80 hachijuu 八十
90 kyuujuu 九十
100 hyaku
200 nihyaku 二百
300 sanbyaku 三百
1000 sen
1500 sengohyaku 千五百
2000 nisen 二千
10,000 ichiman 一万
100,000 juuman 十万
1,000,000 hyakuman 百万
10,000,000senman 千万
100,000,000 ichioku 一億
























































































Oke, sekian dulu ya. Bagi yang belum membaca tips saat memperkenalkan diri bisa mengklik link ini. Sampai jumpa di materi berikutnya.









No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...